LeaDPhotografi

3 April 2009

Let’s Begin!

Diarsipkan di bawah: my imagination — adeahmad @ 11:59

griya-retouch

Ditempat inilah blogku tercipta, tempat yang penuh inspirasi…

17 Mei 2009

kebanggaanku…

Diarsipkan di bawah: my imagination — adeahmad @ 12:03

1055

photo ini diambil 55 menit setelah dilahirkan…

Lahir Hari Rabu,13 Mei 2009 Pukul 10.00 WIB  Berat 3.1 Kg Tinggi 50 cm

fakhri2

fakhri

untitled-2-copy

140509

11 Mei 2009

damainya alam desa…

Diarsipkan di bawah: my imagination — adeahmad @ 17:09

desa

desa2

desa3

29 April 2009

tips photografi

Diarsipkan di bawah: my imagination — adeahmad @ 19:37

iguana-kampung1

iguana-kampung2

Berikut ini adalah beberapa tuntunan yang dapat membantu Anda dalam mengembangkan keterampilan fotografi.

Selalu Bawa Kamera

Alasan utama mengapa Anda melewatkan momen yang bagus untuk difoto
adalah karena Anda tidak membawa kamera. Jadikanlah suatu kebiasaan
untuk selalu membawa kamera kemanapun Anda bepergian karena Anda tidak
tahu momen-momen atau pemandangan-pemandangan apa yang akan Anda temui
nanti. Belilah tas atau tempat untuk kamera Anda karena hal tersebut
dapat memudahkan Anda membawa kamera, selain itu juga dapat melindungi
kamera Anda dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti goresan maupun
benturan dengan benda lain. Tas atau tempat kamera yang memiliki busa
dan memiliki lapisan luar yang cukup keras adalah pilihan yang cerdas
untuk hal ini.

Foto Lebih Banyak Lagi

Jika Anda berfikir bahwa Anda telah cukup banyak mengambil foto, tidak
demikian adanya, terutama jika Anda adalah pemilik kamera dijital.
Hasil foto kamera dijital disimpan dalam format dijital (berkas), jadi
tidak ada kerugian bagi Anda untuk mengambil foto lebih banyak. Memang
foto tersebut akan menghabiskan sejumlah space pada kartu memori Anda,
namun nantinya Anda dapat dengan mudah menghapusnya jika Anda tidak
puas dengan hasil foto tersebut. Mengapa Anda mengambil sebuah foto
jika Anda bisa mengambil banyak foto? Tidak usah ragu, karena mungkin
tempat di mana Anda mengambil foto tersebut tidak akan Anda kunjungi
lagi. Foto sebebas-bebasnya, karena pemandangan/adegan sehari-hari yang
membosankan dapat saja menjadi bersejarah beberapa tahun kemudian.

Percaya pada Mata Anda

Mempelajari aturan-aturan composition adalah hal yang baik, namun
aturan-aturan tersebut kadangkala tidak berlaku dan ada kalanya Anda
harus mempercayai mata Anda. Ketika kita akan memfoto sebuah objek,
gerakkan atau pindahkan kamera dan jelajahi pemandangan sekitarnya.
Ketika Anda menemukan sudut potret yang menurut Anda bagus, fotolah
dengan segera.

Latih Mata Anda

Lihat dan perhatikan dengan seksama foto yang Anda ambil. Cobalah untuk
menemukan kekurangan-kekurangan dan kritiklah hasil foto tersebut.
Apakah foto tersebut sesuai dengan apa yang kita inginkan pada saat
kita memfoto? Apakah Anda suka composition-nya? Aktivitas peninjauan
kembali hasil foto oleh Anda sendiri sangat esensial dalam meningkatkan
indra fotografi Anda.

Kenali Kamera Anda Anda

tidak perlu menghafal setiap fitur pada kamera Anda sesegera mungkin.
Akan lebih mudah mengingat fitur-fitur Anda dengan perlahan-lahan
mencoba fitur-fitur kamera Anda satu-persatu melalui aktivitas
fotografi sehari-hari. Analoginya seperti saat kita belajar mengganti
persneling saat mengendarai sepeda motor atau mobil. Jadikan kemampuan
mengutak-atik fitur kamera menjadi kebiasaan Anda. Dengan demikian Anda
tahu dengan baik fitur-fitur apa yang mesti dipakai pada saat memfoto
suatu objek atau pemandangan.

Selalu Bekerja pada Berkas Salinan

Hal ini berlaku untuk era baru fotografi yaitu kamera dijital. Perlu
Anda ingat bahwa sebelum Anda membuat foto salinan maka foto yang Anda
punya adalah foto satu-satunya yang masih asli. Biasakanlah membuat
salinan atas berkas foto yang akan Anda utak-atik. Beberapa perangkat
pengolahan/pengorganisasi gambar dijital biasanya menyertakan fitur ini.


20 April 2009

Tips Foto Makro dengan Kamera Poket

Diarsipkan di bawah: my imagination — adeahmad @ 21:45

Fotografi Makro pada kamera saku

( Dikutip dari fotografer.net)

Jika Anda ingin membeli kamera saku baik digital maupun film biasa, usahakan membeli yang memiliki kemampuan makro.

Mungkin Anda tidak memandang perlunya fitur ini sampai Anda melihat-lihat galeri situs www.fotografer.net yang indah-indah.

Kebanyakan foto-foto makro yang dimuat, apalagi yang mendapat predikat foto pilihan dan terbaik, adalah yang diambil dengan kamera mahal dan lensa khusus untuk makro.

Jangan kecil hati, kamera saku pun bisa menghasilkan foto makro yang cukup baik asal tahu trik-trik nya:

1. Pilih obyek yang tidak terlalu kecil seperti bunga, serangga, bagian tubuh, bagian permukaan sesuatu. Sebisa mungkin memilih obyek yang tidak bergerak.

2. Usahakan dapat sinar yang banyak tanpa memakai flash/blitz.

3. Tempatkan kamera pada tripod atau bidang yang diam dan kokoh.

4. Atur komposisi obyek sebaik mungkin agar menciptakan ruang tajam yang sempit (latar belakang atau latar depan yang blur).

5. Jika menggunakan kamera digital, set ke resolusi paling tinggi dan ISO paling rendah (jika ada setelan ISO).

6. Buatlah beberapa foto dengan berbagai variasi jarak dan setelan eksposure (EV) jika tersedia, atau atur lampu/sumber cahayanya. Catatlah setelan untuk tiap jepretan eksperimen sebagai acuan menentukan setting yang pas di kemudian hari.

7. Jika menggunakan kamera digital, jangan percaya layar LCD pada kamera untuk melihat hasil jepretan, jika kapasitas memori terbatas untuk membuat banyak kombinasi gambar segeralah upload ke PC untuk melihat hasilnya dan ulangi eksperimen Anda sampai hasilnya memuaskan.

8. Kenali kemampuan makro kamera Anda (baca manual/spesifikasinya). Jangan memaksakan kemampuan makro, seperti terlalu dekat atau terlalu jauh dari obyek melampaui spesifikasi yang disebutkan karena hasilnya bisa dipastikan tidak akan bagus.



Doa…

Diarsipkan di bawah: my imagination — adeahmad @ 11:29

doa

” Ya Allah….,

Jadikanlah kebaikan di akhir umurku,

dan jadikanlah sebaik-baiknya amal perbuatan diakhir hayatku,

dan sebaik-baiknya hari ketika aku bertemu dengan-Mu…”

“Ya Allah…,

janganlah Engkau sisakan suatu dosa untuk kami melainkan Engkau mengampuninya,

dan janganlah Engkau sisakan kesusahan untuk kami melainkan Engkau Melapangkannya…”

road 2 heaven

Diarsipkan di bawah: my imagination — adeahmad @ 10:51

the-road-to-heaven

“Tunjukilah kami jalan yang lurus” (Al-Fatihah ayat 6)

Jalan yang lurus, yaitu jalan hidup yang benar, yang dapat membuat bahagia di dunia dan akhirat.

Apakah mungkin hidup kita akan sll dijalan yang benar dan lurus? mustahil itu terjadi, karena kita gak pernah akan tau yang namanya jalan lurus atau benar kalo kita ga ngalamin yang namanya jalan berliku dan salah. Apalagi manusia tidak pernah luput dari yang namanya salah dan lupa.

Benar dan salah akan selalu terkait dengan yang namanya surga dan neraka.

Apa sih surga itu?

Dan apa sih yang dinamai neraka itu?

Dalam Al-qur’an surga diibaratkan suatu tempat yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. Jelas ini merupakan tempat yang penuh akan segala keindahan. Surga ini akan diberikan kepada orang-orang yang taat atas perintah Tuhannya. Masih banyak lagi keterangan2 yang digambarkan Al-Quran tentang surga. Klo aq tarik garis merahnya surga itu identik akan hal2 yang indah, damai, sejuk dan didalamnya sudah tidak ada lagi hal2 yang negatif atau kotor. Wallahu a’lam Bisshoab…

Sekarang mari bercermin kpd diri2 kita, apakah sudah layak diri kita ada didalamnya? sementara didiri kita masih banyak kekotoran, kegundahan, keraguan,kemunafikan dan masih banyak lagi kekotoran yang ada pada diri kita.

Segera temukan surga dalam kehidupan anda, petunjuk kearah sana selalu ada, kita harus bisa merasakannya…

“Sesunguhnya yang demikian itu adalah tanda-tanda bagi orang yang berfikir…”

19 April 2009

butterfly…

Diarsipkan di bawah: my imagination — adeahmad @ 20:15

(lagi…)

18 April 2009

Pohon Loa…

Diarsipkan di bawah: gallery, imagination, my imagination — adeahmad @ 12:18

loa

Tak pernah kusangka. Setelah puluhan tahun berlalu, aku kembali ke sini. Berdiri di atas jembatan kecil di bawah pohon loa, aku menatap air yang merah oleh lumpur dari hulu. Aku menarik nafas panjang. Ini tanah kelahiranku, tempat aku bermain waktu kecil, tempat aku dibesarkan, tempat yang telah kutinggalkan selama puluhan tahun.

Aku tercenung beberapa lama. Tak peduli dengan lalu lintas kendaraan yang lewat satu-satu. Tak peduli dengan tatapan orang-orang ke arahku. Aku tercenung dan tiba-tiba teringat padamu.

Kamu tentu ingat kenangan manis itu. Dulu, bila air sungai sedang besar karena musim hujan, kita sering pergi ke jembatan besar sebelah sana, membawa ban dalam mobil, lalu terjun ke sungai dan menghanyutkan diri ke hilir. Kita begitu gembira, berlomba, kadang saling menciprati dengan air.

Di Bojongpulus kita baru menepi, naik ke darat dan berjalan kembali ke tempat semula dengan tubuh telanjang bulat, diiringi senyuman orang-orang yang melihat kita.

Sobat, kamu lihat sungai ini telah berubah. Dulu begitu banyak ikannya seperti uceng, udang, sepat, beunteur, lele. Kalau sungai lagi dangkal karena kemarau, kita sering membuat kolam-kolaman untuk menjebak mereka. Tapi sekarang mereka pada menghilang. Entah kemana.

Memang, airnya masih seperti dulu, tampak merah oleh lumpur. Dan itu kan yang membuat sungai ini dinamai Cikeruh. Tapi sekarang sudah bercampur limbah pabrik dan sampah rumah tangga. Menjijikkan, sungguh! Jangankan kita sebagai manusia, sepertinya ikan-ikan pun tidak lagi merasa nyaman untuk berenang di sini.

Kamu juga ingat kan. Di sinilah, dulu aku mengajarimu berenang. Kamu sempat membuatku marah. Belum bisa sudah berani berenang ke tengah. Kamu hanyut dan terhisap oleh pusaran air. Hanya kepalamu yang masih tampak di permukaan dan tanganmu yang meronta-ronta mengharapkan pertolongan.

Aku begitu gelisah. Aku tahu persis kamu tak bisa berenang. Aku pikir kamu akan tenggelam dan mati tersedot oleh pusaran air itu. Pikiran ini, sobat, yang membuatku nekad. Tanpa mengukur kemampuanku. Kamu juga tahu aku pun belum lama bisa berenang. Tapi aku nekad menolongmu. Aku tak mau kamu mati.

Aku mendekatimu dan terhisap oleh pusaran itu. Aku berhasil menangkap tubuhmu. Tapi, busyeeet, kamu malah merangkul leherku. Aku megap-megap, berusaha membebaskan diri dari rangkulanmu. Aku tenggelam tapi nafasku masih cukup untuk bertahan. Dengan susah payah aku berhasil mendorong tubuhmu ke pinggir.

Sobat,Tuhan telah menyelamatkanmu lewat tanganku. Tuhan pula yang akhirnya memisahkan kamu dari aku. Kini kau sudah pergi tinggalkanku, kembali kepadaNya.

Sobat, semoga jiwamu damai di sisiNya…

Photo pohon Loa diatas  terinspirasi oleh cerita yang diposting  sahabatku di www.dangdeur.blogdetik.com

17 April 2009

lorong Lt.3

Diarsipkan di bawah: my imagination — adeahmad @ 22:32

lorong1

belajar motret part2

Diarsipkan di bawah: my imagination — adeahmad @ 15:15

ulat

capung